Rabu, 07 Maret 2012

Ikat Cinta

Kian merasa semakin dalam di hati
Indah mata memandang memang sangat nikmat
Terindahnya yang selalu terlihat mata
Setiap kedip mata menjadi penentram hidup
Selain itu hidung mencium bau sekitar
Kamu, ada di dekatku aku tahu
Parfum itu begitu mencolok disini
Ciri khas mungkin pada dirimu yang di dekatku
Hei malaikat, pancarkanlah cahaya
Sayapmu sebesar alam semesta aku kagum
ciptaanNya memang tak kuragukan
aku pun seperti sempurna bagi orang
mencinta Mu memang adalah yang terindah sekali
buatlah kehangatan di dalam pelukMu
labuhan hatinya hanya untuk Mu
senag mendengarnya, aku berdoa
semoga, dia memang adalah jodohku
wahai yang mempunyai mata indah
wahai yang mempunyai akhlaq cantik
wahai yang mempunyai kata kata menarik
dan wahai yang menciptakanku dan kamu
satukanlah kami dalam ikat cinta jannah Mu
satu kesatuan karena CintaMu kuasa.

Selasa, 06 Maret 2012

My Sister, My Princess {2}

Risna baru terbangun dari tidurnya, tidak seperti biasanya ia bangun pagi-pagi seperti ini. Risna merasakan tenggorokannya sangat kering dan memutuskan untuk mengambil air minum ke dapur. Namun saat melintas di depan kamar Romy. Risna mendengar kakaknya tengah berbicara, tapi dengan siapa? Risna penasaran dan melangkah mendekati pintu kamar kakaknya untuk mendengarkan dengan siapa Romy tengah berbicara.
“ hai.” Risna mendengar kakaknya mengucapkan kata itu dengan suara yang aneh bukan seperti Romy yang biasanya. Risna terus mendekatkan telinganya namun tak terdengar suara apapun. Mungkin kak Romy sedang mengangkat telpon dan mungkin teman lamanya. Risna berkata dalam hati. Saat akan melangkah menjauh dari pintu, Risna mendengar kembali kaka laki lakinya itu berkata.
“ oh, emm mau ketemu?”. Kata kata itu Risna dengar dengan sangat jelas.
“ketemu? Dengan siapa?” Risna berkata sendirian. Tapi akhirnya Risna tak menghiraukan kata kata kakaknya barusan karena merasakan kembali tenggorokannya sudah sangat kering. “ biarlah, bukan urusanku.” Katanya lagi sendiri. Tapi seperti biasanya rasa penasaran yang tadi sempat tak dihiraukan oleh Risna kini datang kembali. Dan ia tak tahu kenapa rasanya akan ada sesuatu hal yang terjadi pada hubungan kakaknya dengan dirinya. Seperti akan ada penghalang besar untuk bisa bersama lagi. Perasaan apa ini? gumam Risna dengan perasaannya yang tak bisa dijelaskan dengan lisan.
“haruskah aku bertanya pada kakakku sendiri?” tanyanya sendiri. “aishh, mana mungkin bisa langsung bertanya?”. Risna kelimpungan mencari tahu tentang apa yang barusan terjadi, seakan menemukan harta yang amat berharga kini Risna tengah senyumsenyum dengan fikiran yang barusan melintas difikirannya.
“kau memang hebat Risna, kenapa tak kepikiran dari tadi?” tanyanya lagi kepada diri sendiri. “Baiklah aku hanya tinggal menunggu sampai kakakku keluar dari kamarnya”. Risna meninggalkan dapur dengan perasaan tak sabar ingin mencari tahu apa yang akan terjadi.
***
“apakah kau tak pernah berubah setelah aku tinggalkan kau selama 6 tahun?” tanya seseorang di seberang telpon ketika Romy baru mengangkat telpon.
“hm?” tanya Romy setengah tersadar dari tidurnya.
“hei, apa kau masih tidur?” tanyanya lagi.
“hm, aku masih ngantuk.”jawab Romy polos.
“ayolaaah, ini sudah jam sepuluh dan tadi aku mengajakmu keluar jam sepuluh.” Katanya dengan nada gemas.
“ baiklah aku mandi dulu. Tunggu disana.” Kata Romy lalu menutup sambungan telponnya.
Romy beranjak dari tidurnya setengah terpaksa karena rasa ngantuk itu masih bersarang di dalam dirinya. “aku takkan pernah menerima janji itu jika bukan kau yang meminta, Rei.” Kata Romy sendiri sambil melangkah menuju kamar mandi.
***
“aish, anak itu memang tak pernah berubah” gerutu Reina sendiri. Tapi seulas senyum tersungging diwajahnya. Ia sangat senang akan bertemu dengan Romy setelah 6 tahun Reina tak pernah memberi kabar kepada Romy sedikitpun. “kau memang tak pernah berubah Rom, selalu membuat detak jantungku seperti sedang lari maraton” katanya sendiri yang langsung dibalas oleh tawa dirinya sendiri.
Reina melirik jam ditangannya. Sudah 20 menit Reina menunggu Romy ditaman yang dulu menjadi tempat favorit mereka berdua. Semua kenangan indah maupun tidak indah ada disini. Ditempat ini di taman ini. Reina melirik kesekeliling taman melihat lihat apakah sudah ada tanda tanda Romy datang ketaman ini. dan matanya tertuju pada sosok laki laki dengan  postur tubuh menjulang tinggi, sangat ideal, mata yang lumayan sipit dengan hidung mancung dan berkulit putih namun tetap berkesan gentleman.
Reina beranjak dari bangku taman yang sedari tadi menemaninya dalam rangka bertemu dengan Romy. Dan sekarang orang yang ditunggu tunggu telah datang dan tepat berada dihadapannya.
“hei,” sapa Romy singkat.
“ hei,” balas Reina singkat. Reina merasakan hal yang selama enam tahun ini tak ia rasakan. Sekarang Reina malah tertunduk dalam, merasa bahwa ia tak sanggup untuk menatap wajah itu tapi ia sangat merindukannya.
Beberapa detik berlalu tanpa ada yang memulai pembicaraan. Reina menenangkan diri dengan perasaannya yang bergejolak. Reina merasa ia sangat ingin memeluk laki laki yang ada di hadapannya tapi ia tak bisa melakukannya, tubuhnya terasa kaku untuk melangkah bahkan hanya mengeluarkan satu kata hai saja sangat susah untuk Reina katakan.
“ bagaimana kabarmu?” tanya Reina memulai pembicaraan.
“baik, kamu?” jawab Romy singkat dan dilanjutkan dengan pertanyaan yang sama seperti yang Reina ajukan.
“em, aku pun baik baik saja.” Jawab Reina dan langsung duduk di bangku. Romy mengikuti Reina untuk duduk disebelah Reina.
Kesunyian itu kembali menyerang mereka berdua. Sepertinya Reina tak sanggup jika harus langsung berhadapan dengan Romy. Padahal tadi saat di telpon Reina biasa biasa saja, tapi kenapa setelah bertemu malah jadi seperti ini.
“mau berdiam diri seperti ini terus?” tanya Romy datar tanpa ekspresi apapun.
“ tidak,” jawab Reina singkat. Ia tak tahu apa yang harus dikatakannya kpada Romy sekarang. Semua yang tadi pagi Reina rencanakan telah hilang begitu saja dari ingatannya.
“lalu? Kenapa tak mengucapkan apapun?” tanya Romy seakan bosan dengan pertemuan yang sedang Romy hadiri sekarang.
Reina masih tetap bergeming. Ia terlalu gugup untuk berkata kata, Reina pun tak sanggup melihat Romy secara langsung. Tapi yang ada didalam hatinya sekarang adalah perasaan lega karena Romy masih mengingat dirinya. Meski telah lama tak berjumpa.
“kalau kau tak mau bicara, lebih baik aku pulang saja.” Tutur Romy dan langsung berdiri untuk meninggalkan Reina yang masih menata hatinya.
Romy berjalan menjauh dari tempat Reina duduk. Reina bingung harus melakukan apa. Sekarang Romy malah pergi. Reina tak berfikir panjang lagi. Ia langsung berlari menghampiri Romy dan langsung memeluknya dengan erat, seperti tak ingin melepaskannya lagi.
“ aku kangen kamu Rom.” Tutur Reina terisak.
***
Romy mendengar bahwa ada seseorang yang mendekat dan Romy tersentak ketika dirinya tengah dipeluk oleh seseorang. Romy tahu siapa yang melakukan ini saat ia mendengar kata dari perempuan yang amat disayanginya selama ini.
“aku kangen kamu Rom” tutur Reina terisak. Romy merasakan ia tak bisa bergerak dan hanya bisa membalas pelukan Reina.
“ aku kangen kamu Rom. Please jangan pergi aku mohon.” Tambah Reina lagi masih dengan isakannya.
Romy berusaha untuk berbicara, “ tak akan pernah.” . Romy tak tahu apa yang barusan ia katakan hanya itu yang ingin ia ucapkan setelah mendengar Reina berkata padanya. Romy merasakan matanya mulai meneteskan air mata. Bukan air mata kesedihan tapi air mata kesenangan. Senang karena orang yang amat disayanginya selama ini ternyata menyayanginya juga. Dan orang tersebut sekarang sedang berada bersamanya dalam pelukannya.
“jangan menangis” tutur Romy pelan dan melepaskan pelukannya. Romy memandang Reina penuh kasih sayang yang selama ini tak pernah Romy berikan kepada siapapun. Romy yang selama enam tahun ini sangat dingin terhadap perempuan telah hilang ketika Reina mengucapkan kata kata itu, kata kata yang Romy inginkan dari dulu.
“Aku sayang kamu Rom, sangaaat” kata Reina pelan sambil menunduk dalam dalam. Romy sangat senang, senang yang tak pernah bisa diungkapkan dengan lisan maupun di tulis dengan tulisan, Romy akan menyimpan kenangan manis ini setiap detiknya dalam otaknya.
***
“Siapa wanita itu?” tanya Risna pelan kepada dirinya sendiri. Baru kali ini Risna melihat kakaknya berpelukan dengan seoarng wanita, di depan khalayak umum lagi. Risna merasakan ada hal yang aneh dalam dirinya. Apa itu? Risna merasa kurang senang dengan adanya kehadiran makhluk itu. Sepertinya yang ia takutkan dari dulu akhirnya datang juga.
“aish, mana mungkin kau tidak senang melihat raut muka kakak tersayangmu itu tersenyum penuh arti kepada gadis yang berada di hadapannya. Sadarlah Risna, Kak Romy tak akan meninggalkanmu karena wanita itu. Dia itu kakakmu, masa dia lebih memilih wanita itu daripada adiknya sendiri.” Risna mengomeli dirinya sendiri. Merasa bodoh dengan apa yang barusan ia rasakan. Merasa bersalah karena perasaannya telah berlawanan dengan kakak kesayangannya itu. Mana mungkin Risna tega melihat kakaknya yang sedang senang itu tiba tiba harus sedih kembali karena ia tidak senang dengan kehadiran makhluk itu.
Akhirnya Risna memutuskan untuk pergi ke kafe dekat taman tersebut. Risna ingin meluruskan kembali perasaannya. Karena itu tidak baik, Risna harus menerima siapapun yang bisa menenangkan dan membahagiakan kakak kesayangannya itu. Risna jangan seperti anak kecil yang takut permen miliknya direbut orang lain.
Risna memesan Jus Strawberry kesukaannya. Dengan minuman dingin seperti ini semoga hatinya bisa kembali seperti semula. “ah, kak Romy, aku pengen minum bersama kakak disini. Tapi sayang kau sedang berkencan dengan perempuan yang sepertinya amat kau sukai.” Kata Risna sendiri.
“siapa bilang, aku ada disini. Aku akan menemanimu minum disini.” Seru seseorang yang membuat Risna kaget bukan kepalang dan langsung membalikkan badannya. Risna menemukan Romy telah berdiri di belakang nya dengan seoarng perempuan yang ada disampingnya.
“Kak Romy. Kakak kok ada disini?” tanyaku gelagapan.
“ hem, kenapa kamu gak mau kakak ada disini?”. Romy malah balik bertanya dengan nada isengnya.
“tentu tidak kak. Risna seneng banget kakak ada disini. Risna seneng jadi Risna gak perlu minum sendirian.”
“ baiklah, kakak temani kau minum disini. Dan ehm, perkenalkan sayang ini teman kakak namanya Reina.” Kata Romy sambil menunjuk wanita yang berada disampingnya yang sedang tersenyum ramah kearahku.
“hai, Reina. Teman Romy.” Kata Reina singkat sambil membungkuk tanda hormat.
“ Risna, adik kak Romy.” Reina ikut membungkuk. “silahkan duduk kak Rei, kak Romy cepat duduk.” Risna menambahkan.
“hey, kepada Reina kau begitu sopan sekali, kenapa kepadaku tidak, hah?” tanya Romy meminta penjelasan atas apa yang Risna ucapkan barusan.
“gomenne, Onii chan. “ Risna membungkuk seperti orang Jepang plus dengan aksen bicaranya yang semakin memperlihatkan bahwa Risna sangat menyukai negara tersebut. Reina yang baru pulang dari Jepang langsung angkat bicara. “ kau bisa bahasa Jepang Risna?” tanya Reina.
“ Hai. Just a little bit” kata Reina salah tingkah. Baru kali ini ada orang yang memperhatikannya karena ia berbicara bahasa Jepang. Biasanya orang orang hanya mengomel sudah jangan sok sokan jadi oarng Jepang.
“ ah iya kebetulan sayang. Reina ini memang baru pulang dari Jepang. Selama enam tahun ini dia berada di Jepang.” Romy memberitahu Risna tentang informasi yang bagi Risna itu sangat penting.

TBC

Minggu, 04 Maret 2012

Bapak Guru TIK :)

Hari ini, tepatnya Senin tanggal 05 Maret, sedang berada di ruang Lab Komputer. mengerjakan tugas dengan judul "Cara Penggunaan 'IF' di Microsoft Excel", ini adalah tugas yang diberikan pa Asep-guru komputer sekolahku SMA Al Muttaqin-yang baru datang dari mendampingin anak didiknya yang sedang mengikuti lomba tepatnya LCT Komputer di Universitas *******. beliau baru datang satu jam kemudian dari bel masuk yang berbunyi tadi. Beliau memberikan tugas ini karena beliau sangat cape dan butuh istirahat untuk sejenak melepas kelelahan yang sedang bersarang di dalam dirinya. ah semoga cepat sehat kembali pak. aku senang sekali belajar dengan pak Asep, beliau begitu perhatian dan yah aku menyayangi guru yang satu ini. kupanjatkan selalu do'a untuknya agar tetap sehat dan tetap membimbing anak anak didiknya dengan penuh kasih sayang. :)

*gaje*