Subhanallah, ternyata komputer itu jenisnya bukan cuma satu yah hehe, baru tahu looh. dikira komputer itu cuma ada komputer pribadi doang (PC), pantesan kalo lagi nonton film film yang menceritakan tentang teknologi contohnya di film Death Note, suka bingung sendiri. "kok bisa komputer/laptopnya jadi gitu? bisa dipake buat ngitung orang orang yang mati selama satu hari tersebut, contohnya." ternyata eh ternyata komputer itu banyak jenisnya yah, bener bener baru tahu nih. tapi alhamdulillah Allah memberikan saya kesempatan untuk mengetahuinya dan saya pun tidak menyia-nyiakan nya, langsung saja searching di google, wikipedia dll. alhasil saya tau sekarang.
tapi ga semua jenis komputer saya tahu, cuma beberapa aja sih hehe. Pertama yang saya tahu ya itu komputer pribadi. yang kedua saya tahunya Superkomputer yang biasa digunakan buat prakiraan cuaca, riset iklim dll. yang ketiga komputer hybrid yang biasa digunakan untuk mengolah data yang sifatnya bisa kuantitatif maupun kualitatif atau dengan istilah lain menggabungkankemampuan digital dan analog. ini nih contoh dari superkomputer "Cray 2, merupakan komputer tercepat pada tahun 1985-1989"
nah, ternyata masih banyak yang perlu diketahui tentang komputer, tapi ini baru sedikit, yah pengennya punya buku buku tentang komputer tapi belum kesampaian hehe, jadi baru searching aja. daripada gatau sama sekali tentang komputer setidaknya tahu apa itu komputer dan cara penggunaannya, minimal. hehe
Jumat, 30 Desember 2011
Computer, share aja ^^
Assalamu’alaikum ! Salam Semangat buat hari hari yang akan datang. Semoga tetap berada dijalanNya. Aamiin ^^
Hanya sekedar share aja nih, buat semuanya yang takut sama computer –maksudnya takut nyoba nyobanya- harus segera dihilangkan tuh. Kalau ga beranii nyoba yang baru kapan kita majunya? Sedangkan teknologi sekarang semakin berkembang pesat. Jangan sampai orang lain sudah bisa menggunakan semua program yang ada di Ms. Office, ini mah masih belajar di Ms. Word. Wah itu mah keterlaluan. Makanya tips dari saya, jangan takut buat mencoba, gapapa deh laptop jadi ngehang juga yang penting kita tahu kalau laptop tuh ga Cuma bisa di pake buat Internet sama ngetik doang tapi banyak kegunaannya. Apalagi kalau yang laptopnya udah di modif. Wiih rame banget tuh.
Contohnya yah buat tampilan dekstopnya jadi yang 3D, 4 layar. Jadi bisa buka beberapa aplikasi kalau yang layarnya 4, hehe. Nah jangan lupa juga yah kalau laptop juga bisa di pake sarana belajar. Contohnya yang mau ikutan lomba statistik bisa mempelajari Ms. Excel dan buat yang mau ikut OSN bisa belajar Pascal. Ternyata computer itu menarik loooh, bukan Cuma buat main doang meen.
Ayoo semuanya harus bisa menaklukan computer, kita mah ga seberapa kalau dibanding sama yang nyiptain computernya. Indonesia butuh generasi yang IPTEK sama IMTAK nya seimbang. Jangan sampai pinter di teknologinya tapi ibadahnya kurang. Semuanya harus seimbang yah sob. ^^
nih contohnya sob :
Senin, 12 Desember 2011
AMQ Borong Juara, YES !
Speedy Creative Web Design Competition (SCWDC), Merupakan suatu ajang untuk mengembangkan dan sekaligus menyalurkan bakat peserta didik dalam membuat design berbasis web di zaman yang berbasis Teknologi Informasi, diharapkan generasi penerus bangsa Indonesia jangan sampai ketinggalan atau hanya menjadi penikmat teknologi tapi bagaimana untuk generasi kedepannya menjad pembuat teknologi.
Acara Speedy Creative Web Design Competition ini diselenggaran tiga hari berturut dimulai dari tanggal 1 desember 2011 s/d 3 desember 2011 bertempat di Coffe Resto Asia Plaza Tasikmalaya , setiap sekolah dapat mengirimkan groupnya yang mana setiap group maksimal 3 orang.
Acara Speedy Creative Web Design Competition ini diselenggaran tiga hari berturut dimulai dari tanggal 1 desember 2011 s/d 3 desember 2011 bertempat di Coffe Resto Asia Plaza Tasikmalaya , setiap sekolah dapat mengirimkan groupnya yang mana setiap group maksimal 3 orang.
SMA ALMUTTAQIN Tasikmalaya dalam perlombaan ini mengirimkan 2 group, group pertama diwakilkan oleh Abdullah Azzam, M Wildan dan Affrilia dan untuk group kedua diwakilkan oleh Shofiyatunnisa, Arman K dan Ihsan. Alhamdulillah kedua gruop yang dikirimkan untuk mengikuti perlombaan ini berkat ridho Allah SWT bisa memborong piala yang disediakan, Group Pertama keluar sebagai Juara 1 dan Group Kedua Sebagai Juara 2 dan untuk Juara 3 oleh SMK-N 2 Tasikmalaya.
Pada perlombaan Speedy Creative Web Design ini SMA ALMUTTAQIN menyisihkan 18 group yang merupakan perwakilan-perwakilan dari sekolah favorit yang ada dilingkungan Priangan, selama 3 hari berturut-turut para peserta lomba mengikuti kegiatan perlombaan dengan penuh motivasi yang tinggi, dari setiap perlombaan setiap group hanya diberi waktu 3 jam untuk mengolah desain web.
Di Akhir acara pada tanggal 5 desember bertempat di Coffe Expresso Asia Plaza Tasikmalaya pukul 20.00 WIB puncak dari acara SCWDC bertepatan dengan acara 4 tahunnya pembukaan Coffe Expresso Asia Plaza Tasikmalaya. pada acara pengumuman juara SCWDC dari pihak SMA ALMUTTAQIN mengirimkan guru perwakilan karena kebetulan hari tersebut bertepatan dengan pelaksanaan Ujian Akhir Sekolah sehingga peserta didik tidak diperkenankan untuk mengikuti acara pengumuman juara, para guru yang mewakilkan diantara Bpk. Yudi Cahyadi, S.Pd, Bpk. Lutfhi Adam, S.Pd dan Bpk Asep Solihin, ST.
Senin, 21 November 2011
Rumah Kedua
Ruangan ini pekat, tak ada celah
Menjadikan suasananya terasa risih
Terlalu banyak fikiran berseliweran kesana kemari
Menanti hasil akhir prestasi
Satu bulan laporan itu diterima
Orang tua tersenyum bangga atas prestasi
Memberi nasihat walau sempurna
Tak ada jenuh walau mereka tak mendengar
Kebiasaan itu sekarang hilang
Seiring dengan pergantian kurikulum
Hanya setiap setengah tahun aku menerima
Biarkan, karena ini kebijakan
Hari penuh semangat akhirnya tiba
Mereka berjalan dengan bangga bersisian
Namun kembali pekerjaan menjadi penghalang
Fikiran tak karuan kembali menyerang
Setelah hari itu terlewati
Kembali suara nyaring saling berkejaran
Memprotes semua kurikulum dan peraturan yang ada
Hanya sebagian yang bersikap acuh
Mereka tidur disaat bosan melanda diri
Mereka tak bersuara hanya mencoret kertas
Membuat penerang dunia menjadi malas
Membahas pengetahuan menjadi tak menarik
Semangat kembali membara karena seorang memulai
Api di dalam tubuh menerjang malas
Membahas pengetahuan menjadi topik asik
Dan menjadikan tempat ini sebagai rumah kedua.
Kata dan Angka
Kata kata keluar cepat berlari
Angka angka berkeliaran menari
Membuat otak semakin haus akan kata dan angka
Namun kebosanan itu selalu menyerang
Menutup mata dari kata itu
Memutus saraf otak dari angka
Seorang sabar memberinya
Kadang aku bosan akan ini semua
Aku ingin jauh berlari keluar
Aku tak mau berada disini terus menerus
Terlalu menyakitkan untuk menerima kata dan angka
Semakin hari semakin jauh
Penyakit itu semakin besar bersarang
Bukan hanya menyerang tubuhku
Bahkan menyerang seorang sabar dari dunia luar
Ini cobaan hidupku untuk menjadi pemenang
Kulapangkan dada ini bersandar diatas ketaktahuan
Hingga aku lapang atas keadaan
Menyambung tali saraf dan membuka mata
Menjadikan ku cinta akan keadaan ini
Menjadikan ku bertahan akan kata dan angka.
Aku Menyayngimu Kak
“ kenapa kamu menangis terus Syifa?? Jangan menangis, nanti muka kamu makin jelek, hehe “
Aku tak bisa menghentikan tangisku, ketika kakakku yang paling besar mencoba menghiburku. Entah kenapa fikiranku terus memikirkan bagaimana kalau kakak kakak yang sangat ku sayangi akan pergi jauh meninggalkan aku seorang diri. Aku belum sempat mengatakan bahwa aku sangat menyayangi mereka. Tapi entah kenapa lidahku begitu kelu untuk mengucapkan tiga kata itu. Seperti ada yang sengaja menahan lidahku agar tetap diam tak mengatakan tiga kata itu kepada kakak kakakku.
Saat tangisku makin keras, kakakku merangkulku, sambil berkata di samping telingaku “ kamu kenapa, ayo cerita sama kakak. Kamu lagi punya masalah??”. Aku tidak bisa berkata apaapa, yang aku bisa hanya menangis dengan sejadi jadinya. Aku tidak bisa berkata sepatah katapun. Aku hanya bisa mengucapkannya dalam hati. Namun setelah beberapa menit, dengan sabarnya kakaku menunggu aku untuk menjelaskan apa yang terjadi. Akhirnya tangisku reda. Aku mencoba berbicara dengan kakakku.
“ kak, seberapa sayangnya kakak kepadaku?? Apakah aku pantas menjadi adikmu??” kakakku heran dengan pertanyaan yang aku lontarkan barusan. Namun itu adalah pertanyaan yang selalu ada dalam fikiranku akhir akhir ini.
“ kenapa kamu bertanya seperi itu??
“ aku hanya bertanya kak, tolong jawab pertanyaanku dengan jujur.” Seketika kakak kakaku yang lainnya menghampiriku.
“ kalau kamu ingin tau seberapa sayang kakak sama kamu, sungguh rasa sayang itu tak terhitung, terlalu besar rasa sayang kakak sama kamu, meski kamu sering membuat kakak marah dan perkataan kamu yang sering tidak dipikirkan terlebih dahulu, yang sering membuat kakak sakit hati.”
“ apa pantas aku menjadi adikmu kak?? Sedangkan aku sering merepotkan kakak” setetes air mata jatuh ke pipiku. Kakakku yang satu memeluku dan berkata “ kamu sangat pantas menjadi adik kami, karena kakak sangat menyayangimu, lebih dari apapun.”
Aku kembali menangis. Aku tidak akan pernah meragukan rasa sayang kedua kakak perempuanku, tapi aku masih ragu dengan kakak laki laki ku, apakah dia memang menyayngiku atau tidak.
“ kak Reza, apakah kakak menyayangiku??” saat aku lontarkan pertanyaan itu kepada kakakku, aku melihat kalau wajah kakakku berubah. Ia tetap diam tak menjawab pertanyaanku.
“ kak, apa kakak menyayngiku sebagai adik??” kembali kulontarkan pertanyaan itu, namun kakakku tetap tak menjawab. Kemudian aku bertanya kembali dengan nada tinggi namun ingin menangis “ kak, apa kakak menyayangiku sebagai adikmu??”
“ sudahlah itu tak penting untuk di bahas.” Jawaban ini membuatku sakit hati. Aku memang tau tabiat kakakku yang satu ini memang sangat cuek. Tapi apakah secuek itukah?? Sehingga untuk mengetahui apakah dia sayang padaku pun sangat tak berarti baginya?? Aku kembali meneteskan air mata.
Aku tahu, mungkin kakak malu mempunyai adik sepertiku, sehingga saat kakak berada jauh dariku pun, kakak tak pernah peduli padaku. Saat aku menghubunginya, ia jarang membalas sms dariku, saat aku mencoba menggunakan dunia maya untuk menghubunginya, sama saja, dia tetap tidak menghiraukan aku.
“ kak, aku tahu mungkin aku tak lebih dari anak kecil yang selalu mengganggu kehidupanmu, tapi asal kakak tahu, sakit hati aku ketika kakak tak pernah menghiraukan aku, sakit hati aku ketika kakak seperti yang tak mau mengakuiku sebagai adikmu. Tapi asal kakak tahu, meskipun kakak sering membuat aku sakit, tapi aku tetap menyayngimu kak. Sampai kapanpun melebihi apapun. Aku menyayangimu kak”
Kakakku tetap melangkahkan kakinya menuju kamar. Tak menghiraukan kata kataku barusan. Tapi walaupun begitu, aku tetap menyangimu kak. AKU MENYAYANGIMU KAK. AKU MENYAYANGIMU KAK.
Bersembunyi
Aku terpaku melihat kesabarannya
Saat menerangkan triginometri padaku
Dengan segenap ilmu yang dia punya
Dia curahkan kepadaku demi nama baik sekolah
Aku benci keadaan ini
Aku ingin keluar dari semua keadaan yang aku ciptakan
Aku tak sanggup menahannya
Perasaan ini terlalu besar, kuat, tak bisa dibendung
Aku berdoa dalam setiap sujud malamku
Memohon kepada sang Pencipta
Aku ingin bertahan dengan keadaan ini
Tapi aku tak mau perasaan ini sakit
Aku bersembunyi di balik sikapku
Mencoba tetap tenang dalam hati gelisah
Setiap kata yang meluncur dari mulutku
Tak urung bagaikan celah ketaktahuannya
Tiba tiba hatiku yakin sangat yakin
Dia tahu apa yang kurasa selama ini
Walau dia berpura tak tahu di depanku
Sikapnya senantiasa riang tak berubah
Aku semakin khawatir dengan keadaan ini
Aku ingin menghindar darinya
Dia selalu menyatu dalam hidupku
Karena tak bisa dipungkiri, dia sama denganku
Ya Allah, kuatkan hati ini selalu
Jaga pandanganku karena ku tak halal dengannya
Jadikanlah dia salah satu faktor
Penguat imanku padaMU setiap saat
Dirinya Satu, Indah
Terlalu indah bila harus kuungkapkan
Karena dia memang makhluk terindah yang kurasa
akhlaqnya tak perlu diragukan untuk dunia
sikapnya yang bersemangat membuat orang semakin rasa
ketajaman kata katanya tak ada yang menandingi
namun dia bukan makhluk sempurna seperti nabi
dia hanya seorang pelajar sejati, menurutnya
aku memandanginya membuat aku rela mata ini sakit
tapi aku sadar ini salah karena pandangan ini karena setan
aku ingin memandangnya apabila ku telah halal dengannya
semua seperti khayalanku yang terlalu tinggi
aku tak kuasa karena yang ku rasa hanya dia
kumohon kepada sang Pencipta harapanku ingin laksana
semoga dalam diam hati ini akan dikabul karena suci hati ini menyayangnya
teringat kembali wajahnya yang menawan
mata bulatnya menjadi senjata ketajaman penglihatannya
kata kata yang dimilikinya sering membuat orang tersadar
keramahan sikapnya membuat dia pelajar terbersih informasinya
tak ada yang menjelek jelekan karena dia rendah hati
semua orang suka kepintarannya dalam akademik
acungan jempol dariku untuk organisasinya
dan ucap kata terindah yang kupunya untuk prestasi keliling dunianya.
Ya Tuhan aku kembali mengagungkan namamu
Aku punya pinta yang suci untuk hidup
Tapi aku tak percaya diri apabila aku dengannya
Keindahan akhlaknya membuatku merasa kecil
Kekuatan iman dan takwanya aku malu sendiri
Rasanya hati ini tak siap bersanding disatukan dengan hatinya
Menjadi satu faktor kendala terbesarku dari sekian faktor
Membuatku terus memohon, kuingin ada bersamanya dunia akhirat.
Rabu, 02 November 2011
Hentakan Itu..
Hati ini telah rapuh
Bersama hentakan kakimu
Yang semakin hari semakin keras
Aku tahu, aku pantas
Hanya saja hentakan itu memberi efek lain padaku
Seluruh tubuhku lemas
Turun bersama air mata
Tak bisa berkata walau sekata
Karena hati telah rapuh
Otakpun bekerja lain
Seperti hati yang memberi intruksi
Ku akui, ini salahku
Ku akui, aku belum terima
Semua hentakan itu
Semua karena aku
Rabu, 21 September 2011
Selalu Ada Alasan Menuju Tempat Kematian
" Engkau akan digiring kepada sesuatu yang pasti akan engkau jumpai, yakni kematian " (Al-Hairi)
Seorang ulama ahli tafsir menjelaskan tentang firman Alloh (Q.S. Lukman : 34)
" Tidak ada seorang pun yang mengetahui di bumi mana ia akan mati " ada beberapa perkara yang hanya diketahui oleh Alloh. Perkara ini tidak diberitahukan kepada seorang nabi yangg diutus maupun malaikat muqarrabin. dan maksud ayat diatas adalah tidak ada seorang pun yang tahu di bumi mana dia akan dibaringkan, di lautkah, di daratkah atau di lembahkah?? semuanya hanya Alloh yang mengetahui.
dalam sebuah hadits dikatakan : " apabila Alloh hendak mencabut nyawa seorang hamba disuatu tempat maka Dia akan membuat orang tersebut memiliki kepntingan untuk pergi kesana" karena sudah menjadi ketetapan Alloh untuk tidak memberikan penangguhan umur bila ajal telah tiba waktunya. ketika Alloh menghendaki seorang hamba mati dalam keadaan sujud, maka dalam keadaan apapun seorang hamba itu, dia akan mati dalam keadaan bersujud kepada Alloh.
"sesungguhnya pada sisi Alloh pengetahuan ihwal kiamat" artinya tidak ada seorang manusia pun yang mengetahui kapan kiamat terjadi, pada bulan apa, tanggal berapa?? semuanya hanya Alloh yang mengetahui tentang apa apa yang ghaib.
diambil dari buku "The Story of Kematian" karya Mochamad Ziaulahaq.
Seorang ulama ahli tafsir menjelaskan tentang firman Alloh (Q.S. Lukman : 34)
" Tidak ada seorang pun yang mengetahui di bumi mana ia akan mati " ada beberapa perkara yang hanya diketahui oleh Alloh. Perkara ini tidak diberitahukan kepada seorang nabi yangg diutus maupun malaikat muqarrabin. dan maksud ayat diatas adalah tidak ada seorang pun yang tahu di bumi mana dia akan dibaringkan, di lautkah, di daratkah atau di lembahkah?? semuanya hanya Alloh yang mengetahui.
dalam sebuah hadits dikatakan : " apabila Alloh hendak mencabut nyawa seorang hamba disuatu tempat maka Dia akan membuat orang tersebut memiliki kepntingan untuk pergi kesana" karena sudah menjadi ketetapan Alloh untuk tidak memberikan penangguhan umur bila ajal telah tiba waktunya. ketika Alloh menghendaki seorang hamba mati dalam keadaan sujud, maka dalam keadaan apapun seorang hamba itu, dia akan mati dalam keadaan bersujud kepada Alloh.
"sesungguhnya pada sisi Alloh pengetahuan ihwal kiamat" artinya tidak ada seorang manusia pun yang mengetahui kapan kiamat terjadi, pada bulan apa, tanggal berapa?? semuanya hanya Alloh yang mengetahui tentang apa apa yang ghaib.
diambil dari buku "The Story of Kematian" karya Mochamad Ziaulahaq.
Jumat, 16 September 2011
Cintaku UntukMu Ya Rabb
Dalam kesakitan ini aku ingin tetap bertahan
Dalam kebahagiaan ini aku ingin tetap bertahan
Bahkan dalam keadaan apapun aku tetap ingin bertahan
Bertahan dengan prinsipku
Bertahan dengan tetap beriman kepadaMu ya Rabb
Bertahan dengan perasaan yang kumiliki
Ya Rabb jangan biarkan perasaan ini membuatku lalai
Ya Rabb jangan biarkan perasaan ini membuatku lebih mengingatnya daripada mengingatMu
Ya Rabb jangan biarkan perasaan ini mengalahkan cintaku terhadapMu
Karena aku ingin Engkau menjadi nomor satu dalam hatiku
Karena aku ingin Engkau menjadi satu satunya yang sangat kucintai
Karena aku ingin Engkau menjadi penguat imanku setiap harinya
:)
Dalam kebahagiaan ini aku ingin tetap bertahan
Bahkan dalam keadaan apapun aku tetap ingin bertahan
Bertahan dengan prinsipku
Bertahan dengan tetap beriman kepadaMu ya Rabb
Bertahan dengan perasaan yang kumiliki
Ya Rabb jangan biarkan perasaan ini membuatku lalai
Ya Rabb jangan biarkan perasaan ini membuatku lebih mengingatnya daripada mengingatMu
Ya Rabb jangan biarkan perasaan ini mengalahkan cintaku terhadapMu
Karena aku ingin Engkau menjadi nomor satu dalam hatiku
Karena aku ingin Engkau menjadi satu satunya yang sangat kucintai
Karena aku ingin Engkau menjadi penguat imanku setiap harinya
:)
Kamis, 15 September 2011
Saat Aku Mencintai Jodohku
Balkon belakang adalah tempat favoritku. Biasanya aku gunakan untuk menenangkan diri agar dapat berfikir secara logis apabila ada masalah, ataupun tempat aku mengevaluasi diriku setiap harinya. Namun untuk yang pertama kalinya aku berada di balkon ini dengan suatu hal yang belum pernah terjadi satu kalipun dalam hidupku. Kedua orang tuaku menjodohkan aku dengan seseorang yang tidak ku kenal, bahkan bertatap muka pun aku tak pernah. Alasan Ayah menjodohkanku karena laki-laki itu sangat mencintaiku dari kecil, dan dia akan menjadi imam yang baik bagi diriku, keluargaku nanti dan hidup dunia akhiratku. Haaaah, aku tak percaya kata laki laki yang belum aku kenal.
“ Nina, kamu harus mau menikah dengan Raihan. Dia laki laki yang baik, kamu tidak akan menyesal menikah dengannya.” Selalu kata kata ini yang keluar dari mulut Ayah maupun Ibu. Aku tak mengerti dengan jalan fikiran mereka, bukannya mereka pun pernah merasakan masa masa dimana kita yang menentukan masa depan?
Aku ingin sekali mengatakan bahwa aku sudah punya calon yang lebih baik dari laki laki yang bernama Raihan itu, namun alasan apapun itu tidak akan pernah bisa menggoyahkan keinginan kedua orang tuaku. Mereka memang keras kepala, tak pernah mau mengalah denganku. Akhirnya setelah berlama-lama di balkon belakang, aku memutuskan untuk menemui Raihan, dengan berat hati aku melangkahkan kakiku menuju ruang tamu, dimana Raihan dengan sabar menungguku selama satu jam lebih.
“maaf membuatmu menunggu lama” kataku setengah hati. Kupaksakan seulas senyum tersungging di wajahku, agar keluarga Raihan tidak curiga bahwa sebenarnya aku tak mau bertemu dengannya.
“ Baikalah, kita langsung pada tujuan pokoknya, mengapa saya membawa Raihan datang kemari. Raihan berbicara kepada saya bahwa dia sangat mencintai Aninda Nina, dan ingin memperkuat tali silaturahmi dengan meminang Aninda Nina. Namun bagi saya ini terlalu cepat, karena saya tahu, Aninda Nina pasti belum mengenal Raihan. Bahkan sebatas nama pun Aninda belum tahu, benar??” panjang lebar ayah Raihan berbicara, tapi tidak aku dengarkan, sehingga saat ayah Raihan atau Pak Ibnu bertanya kepadaku, aku tak tahu apa yang harus ku jawab. Tapi akhirnya ayahku membantuku berbicara “ Benar sekali pak Ibnu, Nina pun mengatakan bahwa dia ingin kenal dulu dengan Raihan sebelum memutuskan apakah dia bersedia menikah dengan nak Raihan atau tidak, ya kan Nina??” Aku kembali terlonjak dari ketidaksadaranku, “ Iya pak Ibnu, saya ingin mengenal Raihan dulu” aku tak mengerti mengapa kalimat barusan sangat mudah kuucapkan. Apakah mungkin ini pertanda bahwa aku memang berjodoh dengan Raihan. Dan mengubur semua perasaanku terhadap Fauzhy yang telah lama berada di hatiku? Aku kira aku akan hidup bahagia bersama Fauzhy, orang yang sangat kusayangi meskipun aku belum tahu apakah Fauzhy menyayangiku atau tidak.
“Baiklah kalau begitu, bapak beri waktu untuk kalian berdua agar dapat menegenal lebih jauh lagi.” Kalimat itu keluar dari mulut Ayah Raihan dan Ayahku. Oh, mereka kompak sekali, membuatku ingin tertawa, padahal suasana hatiku sedang kacau.
“ mmm, Yah. Aku takut kalau kami di beri waktu untuk mengenal lebih jauh akan terjadi sesuatu yang tidak kami inginkan, aku ingin Pak Ramdan saja yang memberi tahu tentang diriku kepada Nina agar tidak ada sifat buruk yang kusembunyikan.” Kata kata yang bagus, membuat aku terpesona sesaat.
“ Kamu memang anak yang shaleh Raihan. Nina beruntung sekali.” Ayahku mengucapkan kata kata yang membuatku muak kembali, padahal Ayah tahu bahwa aku tidak pernah bisa menyayangi orang lain hanya dalam satu tatapan muka saja, aku butuh waktu. Memang mereka memberiku waktu untuk berfikir, tapi kalau hanya ucapan dari Ayahku yang aku pertimbangkan ini sangat susah sekali. Ah, aku pasrah padaMu Ya Allah. Jika memang perjodohan ini baik untukku, tanamkanlah rasa sayangku untuk Raihan.
“ Berapa lama waktu yang kamu butuhkan nak?” ayahku bertanya sambil memegang tanganku. Aku tahu maksud Ayahku. Dan aku menjawab “ dua minggu” 2 kata ini seperti petir yang menghantamku, padahal kata kata ini keluar dari mulutku, namun aku tidak menginginkannya. Kulihat raut wajah Raihan, ia sepertinya terkejut dengan jawabanku, lama ku memperhatikannya, akhirnya dia tersenyum atas jawaban yang aku berikan. Ya Allah, mungkin ini memang takdirku, menjadi orang yang tak bisa memberontak dan selalu membuat orang senang meski hatiku sendiri terasa hilang entah kemana.
Hari demi hari berlalu, aku selalu mendengarkan apa yang Ayah katakan tentang Raihan. Dan sekarang adalah hari terakhirku berfikir. Apakah aku akan menerima Raihan atau tidak. Yak, mengapa aku harus berfikir? Meski aku menjawab tidak, pasti Ayahku akan menyampaikan yang sebaliknya kepada keluarga Raihan.
“ Bagaiman Nina, apakah kamu menerima lamaran Raihan?” Ibu datang tiba tiba, dan bertanya hal yang sebelumnya tidak pernah ibu tanyakan kepadaku.
“ iya bu, aku akan menerima lamaran Raihan” jawabku dengan suara tercekat. “ aku akan membahagiakan ibu dan ayah” kataku lagi, akhirnya air mataku jatuh juga, mengalir deras bagaikan air sungai yang naik karena hujan. Hatiku nyeri dengan kata kata yang barusan aku ucapkan.
“ terima kasih sayang, ibu bangga sama kamu, kamu memang anak yang shalihah,” aku melihat ibuku tersenyum dengan ikhlas, tiba tiba saja, hatiku pun ikhlas dengan apa yang aku katakan tadi kepada ibuku. “ nah, sekarang kamu siap siap, kita kan mau adakan akad hari ini”. Selalu saja membuat kejutan untukku, baru saja aku menerima lamaran Raihan, langsung dinikahkan hari ini juga. Tapi aku malah tersenyum mendengar kata kata ibu, secercah harapan terasa, bahwa aku dapat menyayangi Raihan dengan cepat. “iya bu”.
Waktu memang cepat berlalu, tak terasa sekarang atau tepatnya hari ini, aku akan menikah dengan seseorang, dan ayahku akan melepaskan aku, memberikan diriku kepada seseorang yang dipercaya nya. “ baiklah acara nya akan segera dimulai, mohon perhatiannya.” Kata seorang penghulu. Aku hanya dapat melihat dari lantai 2 rumahku, karena memang aku tidak di izinkan berada disamping calon suamiku, sesaat aku merasakan kebahagiaan yang tak pernah kurasakan. Namun semua kembali sirna ketika ingatanku melayang kepada Fauzhy, hampir saja aku terisak ketika mengingat bahwa aku sangat menyayangi Fauzhy, tapi aku tidak bisa menjadi pendamping hidup Fauzhy.
“saya terima nikahnya Nina Nur Rohmah untuk saya dengan mas kawin seperangkat alat Shalat di bayar tunai" Raihan mengucapkan akad dengan sempurna, " bagaimana?? sah" tanya sang penghulu kepada para saksi akad. " sah " serempak semua saksi yang ada berkata seperti itu.
aku merasakan kesenangan yang begitu mendalam, aku tak tahu kenapa ini bisa terjadi namun setelah kupikir pikir dengan otak jernih, aku harus ikhlas karena ini jalan yang Allah berikan untukku, dan ini adalah yang terbaik untukku.
aku menuruni tangga untuk menghampiri suami ku, yap Raihan telah resmi menjadi suamiku setelah akad sah. kuulurkan tanganku untuk menjabat tangan suamiku dan akhirnya aku emcium punggung tangan suamiku. Raihan.
" apa kamu senang dengan pernikahan ini" tanya Raihan atau lebih tepatnya suamiku.
" benarkah?? bukannya dulu kamu seperti gak mau menikah denganku??"
" itu dulu, sekarang aku telah mencintaimu suamiku" kataku dengan tulus dengan didampingi seulas senyum yang menurutku ini senyuman yang kusimpan selama hidupku yang hanya akan kuberikan untuk pendampingku.
" alhamdulillah, aku juga mencintaimu istriku"
" terima kasih suamiku, ini adalah anugerah dari Allah, dengan bisa mencintaimu dengan cepat"
" iya istriku "
Selesai ^_^
Kamis, 08 September 2011
Hasil dari Kesabaran
Hari ini begitu panas, tidak seperti biasanya. Aku hanya bisa menghela nafas saat nafasku sudah mau habis. Huh, cape sekali. Perjalanan sekolah ke rumahku memang jauh, sekitar 3 km plus teriknya matahari tepat diatas ubun ubunku. Ingin aku minum sebotol air dingin untuk mengobati rasa cape dan haus yang kurasakan. Tapi uang jajanku tidak mencukupi. Aku hanya diberi uang saku 15ribu perminggu.
Aku mencoba untuk sabar. Aku menguatkan hatiku untuk tidak jajan saat pulang, karena aku ingin menabung untuk membeli sesuatu yang kuinginkan dari dulu. Hanya 5 ribu uang yang dapat ku kumpulkan dalam satu minggu.
Ya Allah, aku sudah tak kuat, aku ingin sekali menghilangkan rasa cape dan haus yang menyerangku ini. Dan akhirnya aku dan teman-teman memutuskan untuk beristirahat di depan sebuah rumah, yang cukup mewah kalau dikampungku. Saat aku baru mau selonjoran, seseorang membuka pintu. Aku dan teman temanku terkaget kaget, spontan langsung berdiri dan siap siap untuk berlari. Tapi orang yang membuka pintu rumah tadi memanggil kami, “ hey anak anak, kenapa kalian lari??”. Kamipun langsung menengok kebelakang dan menjawab “ mm, kami udah mau pulang bu, takut kesiangan” kataku mewakili. “ ehh, sebentar sebentar, kalian diam dulu sebentar disini. Ibu mau mengambil sesuatu.” Ibu itupun kembali kedalam rumahnya, kami hanya bisa mengikuti perintah yang dikatakan ibu tadi. Diam menunggu, tanpa tahu apa yang akan ibu itu lakukan. Beberapa menit kemudian ibu yang tadipun kembali dengan membawa sebuah teko lengkap dengan 5 buah gelas dan dua kaleng makanan ringan. “ ini, habiskan makanan ini yah. Kebetulan ibu disini Cuma sendiri, gak bakalan bisa menghabiskan makanan yang baru saja anak ibu kirim dari kota” ibu itupun tersenyum dan pergi.
Kami hanya saling memandang, tidak percaya dengan apa yang terjadi sekarang. Begitu aku sadar, aku langsung berlari menghampiri makanan dan minuman yang ibu tadi bawa. Tanpa sungkan sungkan, aku langsung mengambil gelas lalu kuisi air dengan penuh. Sebelum aku meminumnya, aku mengucapkan bismillah terlebih dahulu, dan merasa sangat bersyukur kepada Allah telah menolong kami semua. Glek glek glek, air minum pun terasa sangat nikmat karena rasa capa dan haus. Melihat teman temanku belum sadar, aku langsung memanggil mereka, otomatis mereka menengok kepadaku dan langsung berlari dengan semangat seperti aku tadi.
Ya Allah, terima kasih. Betapa sangat berterima kasihnya aku karena Engkau telah menolongku. Aku pun membuka kaleng yang berisi kripik lalu aku melahapnya dengan penuh gairah. Tanpa kusadari, kaleng yang tadinya terisi penuh, telah habis aku makan bersama teman temanku. Kami pun tertawa dengan hati yang sangat senang “ ahahahahahahahaha”.
Selesai.
Hikmahnya. “ Allah tidak akan membiarkan umatnya sengasara, dan Rizki yang Allah berikan ternyata memang tak pernah kita ketahui. Darimanakah kita akan mengambil jatah rizki kita.”
^_^
Langganan:
Postingan (Atom)



