Senin, 21 November 2011

Rumah Kedua

Ruangan ini pekat, tak ada celah
Menjadikan suasananya terasa risih
Terlalu banyak fikiran berseliweran kesana kemari
Menanti hasil akhir prestasi
                Satu bulan laporan itu diterima
                Orang tua tersenyum bangga atas prestasi
                Memberi nasihat walau sempurna
                Tak ada jenuh walau mereka tak mendengar
Kebiasaan itu sekarang hilang
Seiring dengan pergantian kurikulum
Hanya setiap setengah tahun aku menerima
Biarkan, karena ini kebijakan
                Hari penuh semangat akhirnya tiba
                Mereka berjalan dengan bangga bersisian
                Namun kembali pekerjaan menjadi penghalang
                Fikiran tak karuan kembali menyerang
Setelah hari itu terlewati
Kembali suara nyaring saling berkejaran
Memprotes semua kurikulum dan peraturan yang ada
Hanya sebagian yang bersikap acuh
                Mereka tidur disaat bosan melanda diri
                Mereka tak bersuara hanya mencoret kertas
                Membuat penerang dunia menjadi malas
                Membahas pengetahuan menjadi tak menarik
Semangat kembali membara karena seorang memulai
Api di dalam tubuh menerjang malas
Membahas pengetahuan menjadi topik asik
Dan menjadikan tempat ini sebagai rumah kedua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar