Kamis, 08 September 2011

Hasil dari Kesabaran


Hari ini begitu panas, tidak seperti biasanya. Aku hanya bisa menghela nafas saat nafasku sudah mau habis. Huh, cape sekali. Perjalanan sekolah ke rumahku memang jauh, sekitar 3 km plus teriknya matahari tepat diatas ubun ubunku. Ingin aku minum sebotol air dingin untuk mengobati rasa cape dan haus yang kurasakan. Tapi uang jajanku tidak mencukupi. Aku hanya diberi uang saku 15ribu perminggu.
Aku mencoba untuk sabar. Aku menguatkan hatiku untuk tidak jajan saat pulang, karena aku ingin menabung untuk membeli sesuatu yang kuinginkan dari dulu. Hanya 5 ribu uang yang dapat ku kumpulkan dalam satu minggu.
Ya Allah, aku sudah tak kuat, aku ingin sekali menghilangkan rasa cape dan haus yang menyerangku ini. Dan akhirnya aku dan teman-teman memutuskan untuk beristirahat di depan sebuah rumah, yang cukup mewah kalau dikampungku. Saat aku baru mau selonjoran, seseorang membuka pintu. Aku dan teman temanku terkaget kaget, spontan langsung berdiri dan siap siap untuk berlari. Tapi orang yang membuka pintu rumah tadi memanggil kami, “ hey anak anak, kenapa kalian lari??”. Kamipun langsung menengok kebelakang dan menjawab “ mm, kami udah mau pulang bu, takut kesiangan” kataku mewakili. “ ehh, sebentar sebentar, kalian diam dulu sebentar disini. Ibu mau mengambil sesuatu.” Ibu itupun kembali kedalam rumahnya, kami hanya bisa mengikuti perintah yang dikatakan ibu tadi. Diam menunggu, tanpa tahu apa yang akan ibu itu lakukan. Beberapa menit kemudian ibu yang tadipun kembali dengan membawa sebuah teko lengkap dengan 5 buah gelas dan dua kaleng makanan ringan. “ ini, habiskan makanan ini yah. Kebetulan ibu disini Cuma sendiri, gak bakalan bisa menghabiskan makanan yang baru saja anak ibu kirim dari kota” ibu itupun tersenyum dan pergi.
Kami hanya saling memandang, tidak percaya dengan apa yang terjadi sekarang. Begitu aku sadar, aku langsung berlari menghampiri makanan dan minuman yang ibu tadi bawa. Tanpa sungkan sungkan, aku langsung mengambil gelas lalu kuisi air dengan penuh. Sebelum aku meminumnya, aku mengucapkan bismillah terlebih dahulu, dan merasa sangat bersyukur kepada Allah telah menolong kami semua. Glek glek glek, air minum pun terasa sangat nikmat karena rasa capa dan haus. Melihat teman temanku belum sadar, aku langsung memanggil mereka, otomatis mereka menengok kepadaku dan langsung berlari dengan semangat seperti aku tadi.
Ya Allah, terima kasih. Betapa sangat berterima kasihnya aku karena Engkau telah menolongku. Aku pun membuka kaleng yang berisi kripik lalu aku melahapnya dengan penuh gairah. Tanpa kusadari, kaleng yang tadinya terisi penuh, telah habis aku makan bersama teman temanku. Kami pun tertawa dengan hati yang sangat senang “ ahahahahahahahaha”.
Selesai.

Hikmahnya. “ Allah tidak akan membiarkan umatnya sengasara, dan Rizki yang Allah berikan ternyata memang tak pernah kita ketahui. Darimanakah kita akan mengambil jatah rizki kita.”
^_^

2 komentar: