Kamis, 09 Februari 2012

Do You Know??

Malam ini, aku memikirkan sesuatu yang selama ini selalu kufikirkan tapi tak pernah kuungkapkan. Aku hanya bisa menuangkan semua fikiranku ini kedalam sebuah tulisan yang mungkin sangat tak pantas disebut sebagai sebuah tulisan.
Malam ini, aku hanya bisa membayangkan semua fikiranku atau tepatnya sebuah keinginan yang tak pernah bisa kuucapkan kepada mereka (orang yang kusayang). Bahka mungkin orang tuaku pun tak pernah tahu apa yang terjadi padaku karena aku memang sangat tertutup akan apa yang sangat dalam aku rasakan sekarang. Hanya hal hal biasa yang selalu kuceritakan kepada orang tuaku, termasuk keinginan yang mungkin bisa dipenuhi oleh materi. Aku sudah mendapatkan kasih sayang yang lebih dari kedua orang tuaku begitu juga dari ketiga kakakku. Namun rasany ada yang berbeda, aku tahu itu apa, aku pun ingin sekali menginginkannya namun sulit bagiku untuk mengungkapkkannya secara langsung bahkan melalu sebuah message pun sangat sulit. Akhirnya aku akan menceritakannya lewat sebuah tulisan yang semoga bisa memenuhi semua keinginanku sekarang.
Rasanya mungkin aneh, tapi ini memang benar terjadi, bukan sebuah cemburu untuk sang kekasih tapi cemburu untuk sang kaka. Ketika aku tahu kakakku mencurahkan isi hatinya kepada temannya aku rasakan hatiku sangat panas, kenapa tak ia curahkan semua keluh kesahnya kepadaku, atau memang kakakku belum bisa mempercayai adiknya sebagai tempat curahan hatinya. Aku tahu mungkin temannya lebih tahu dengan apa yang kakakku rasakan, tapi setidaknya beri tahu aku (maaf, tak sengaja aku membaca sms kakak dengan teman kakak).
Aku ingin sekali mencurahkan apa yang kurasakan padanya, selama ini hanya kakak keduaku yang selalu setia mendengarkan keluh kesahku dengan baik, namun kakak yang ini pun tak pernah begitu tahu apa yang sebenarnya aku rasakan, karena setiap orang punya rahasia yang tak pernah bisa diceritakannya kepada siapapun, hanya dia dan pemilik sekaligus penciptanya yang tahu.
Aku ingin mengulang kembali semua yang terjadi di masa lalu, bagiku masa lalu itu kenangan yang teramat indah, ketika aku terang terangan menceritakan setiap kejadian yang aku lalui hari itu tanpa ragu sedikitpun, ketika aku mendapatkan kasih sayang yang amat aku rindukan dari ketiga kakakku, ketika aku menunggu kakak pertamaku untuk datang kerumah karena kuliahnya sedang libur, ketika aku melihat kakak kedua berbincang didepan dengan kekasihnya dan ketika aku dan kakak laki-lakiku asik dengan game yang ada di komputer yang bisa dibilang baru ada dikampung kami. Aku merindukan itu semua, semuanya terlalu indah. Mungkin untuk kakak pertama dan kedua ku aku memakluminya karena memang mereka sudah bersuami jadi kasih sayang mereka berikan kepada suami. Tpi tidakkah untuk kakak laki laki ku yang selalu kuharapkan kasih sayang yang utuh yang belum ia berikan kepada siapapun. Kasih sayang seorang kakak kepada adiknya. Dia sangat menyayangiku, bahkan tak bisa diungkapkan dengan katakata sehingga beliau pun tak pernah mengungkapkan kasih sayangnya padaku. Mungkin jarak antara aku dan kakak laki laki ku yang jauh, namun aku rasa itu bukan masalah. Sekarang sudah ada alat komunikasi yang begitu canggih.
Kak, andai kau tahu, yang ada didalam hati ku ini (yang sesungguhnya) tak pernah ada yang mengetahuinya termasuk sahabat sahabatku sekalipun. Karena aku belum menemukan orang yang amat kupercaya sampai sekarang. Namun entah kenapa hati ini selalu mengingatmu kak, ketika aku senang maupun sedih, ingin sekali aku berbagi kebahagian itu padamu sebelum semuanya benar benar terpisah karena mempunyai kehidupan sendiri sendiri, tak menutup kemungkinan ketika aku dan kau telah berumah tangga mungkin aku akan sedikit melupakanmu kak. Aku pun punya satu harapan yang mungkin tak pernah kau tahu kak. Aku ingin sekali berangkat ke Jepang bersamamu, karena hobi ku dan kau begitu banyak yang sama. Setelah aku menyelesaikan semua cita citaku yang paling berharga aku ingin sekali melaksanakan cita citaku ini. hanya 2minggu atau mungkin kurang aku ingin menghabisakan waktu single ku bersamamu, karena setelah kumenemukan seseorang yang sangat berarti mungkin aku akan lebih mmeperhatikannya daripadamu kak.
Tahukah kau, ketika aku mendengar IP teman seangkatanmu dan prestasinya yang begitu membuatku menganga dengan kagum, aku teringat padamu, karena aku ingin kau lebih darinya, aku ingin kau menjadi kebanggan terbaik dikeluarga, aku ingin kau menjadi pemimpin yang tahu apa itu arti pemimpin sebenarnya. Aku menunggu itu kak, namun aku tak pernah tahu nilai IP mu berapa hanya IP semester pertama yang aku tahu dan sekarang kau telah menginjak semester empat. Kak bisakah kau mendengar tangisanku ketika akuu begitu sangat merindukan akan sosokmu yang pendiam, sosokmu yang cuek yang tak pernah ada kata deg degan ketika akan menghadapi sesuatu, aku rindu akan sosokmu, tapi aku tak prenah bisa menjadikan kau meluangkan waktumu untuk menemuiku lebih lama karena kau, ya aku tahu kau sedang menuntut ilmu.
Kak, tahukah kau ketika kita membuat sebuah keputusan untuk menabung bersama hanya karena ingin membeli sebuah kamera SLR yang kita berdua tak pernah bisa meminta kepada kedua orang tua kita karena keadaan keluarga kita yang tak bisa dianggap lebih. kak, aku berharap kau bisa lebih dari orang orang sukses di dunia itu, aku ingin membayar sebagian kecil dari usaha kedua orang tua kita yang begitu besar perjuangannya dalam rangka membiayai hidup kita untuk bisa mengimbangi jaman yang semakin maju ini, namun tak lupa akan akhirat.

Aku mohon kak, hanya saat ini aku ingin kau mencurahkan semua keluh kesahmu padaku begitupun aku, karena aku tak sekuat yang kau fikirkan selama ini, dibalik tawa yang aku keluarkan saat kita berkumpul bersama diruang tamu yang ukurannya tak lebih dari 8x3 meter itu, aku merasakan hatiku tak pernah bisa tertawa dengan amat puas karena aku tak bisa mencurahkan semua keluh kesahku pada siapapun. Aku tahu memang hanya sang Penciptalah yang pantas untuk mendengar semua hati kita karena Dia memang yang paling tahu amat sangat tahu, tapi aku butuh orang yang bisa memberikan nasihat positive yang bisa membangunkan semangat hidupku untuk menggapai akhiratnya.
Kak, andai kau tahu itu, aku sangat merindukanmu dan sangat membutuhkanmu, karena kau satu satunya yang belum terbagi kasih sayangnya. Kasih sayangmu masih utuh, belum termiliki oleh siapapun diluar fitrah kasih sayangmu terhadap orang tuamu dan keluargamu. Aku menginginkan bukti nyata kasih sayangmu itu kak, aku mohon dengan sangat.

Biarlah aku habiskan waktuku untuk mengingat betapa berharga dirimu
Jadikanlah sosokmu itu memang kakak yang bisa membimbing adiknya dengan tulus
Tanpa harus menghilangkan sipat aslimu yang amat kau sayang itu
Biarlah aku merasakan kasih sayangmu sebelum termiliki oleh orang lain
Aku rasa, kasih sayangmu belum sepenuhnya kudapat
Karena kasih sayang kedua kakak perempuanku sudah sangat kurasakan, bahkan lebih dari yang kukira
Hanya dirimu yang belum, hanya dirimu kak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar